Hajat demokrasi

Pilgub Sulbar Kuras Dana Rp 42 Miliar

Kompas.com - 25/04/2011, 03:53 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Pemilihan kedua Gubernur Sulawesi Barat dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2011. Anggaran untuk hajat demokrasi itu akan menguras dana sekitar Rp 42 miliar, serta disetujui DPRD Sulawesi Barat dan Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat.

Namun, meski waktu tersisa empat bulan lagi, dana pemilihan gubernur (pilgub) itu belum disetujui pihak eksekutif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku sudah beberapa kali mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) agar segera mencairkan dana tersebut.

"Kami mendesak Pemprov Sulbar segera mencairkan dana yang akan digunakan melaksanakan Pilkada Provinsi Sulbar yang dianggarkan melalui APBD Sulbar tahun 2011," kata anggota KPU Sulbar, Nurdin Passokori.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar sebelumnya telah menyepakati untuk mengalokasikan anggaran sekitar Rp 42 miliar. Namun, hingga kini anggaran tersebut belum dicairkan pemerintah sehingga cukup menghambat tahapan pelaksanaan pilkada yang sudah digelar sejak bulan Februari 2011. (AS Kambie)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau